Sebelum matahari mengangkang di bibir senja
Masihkah keteduhan meruyakan nafas rumputan
Aku akan menjadi bayangan yang memudar
Mengutuki luka dan air mata
Mengutuki luka dan air mata
Menumbuhkan akar ilalang
Untuk malam yang menakutkan
Tapi bumi malah makin kelam
Lalu air mata siapa yang bercucuran
Mengalir menuju muara kesepian
Abian Adisasta
(Catatan di senja buram)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar